FORM PEMESANAN

FORM PEMESANAN
FORM PEMESANAN KARYA TULIS ILMIAH: melalui sms/WA ketik: infoHARGA Skripsi: email#Jurusan#Kampus/Kota#noHp# send 085868522112

www.no-plagiat.com

Banyak orang beranggapan bahwa dalam menyusun skripsi, tesis atau disertasi tidak diperbolehkan mengutip atau mengcopy dari karya ilmiah lain. Padahal sebenarnya, hal itu syah dan diperbolehkan selama kita juga mencantumkan sumber atau referensi karya ilmiah tersebut sesuai kaidah yang berlaku.

Kamis, 02 Juli 2015

Puasa Itu Sehat

Mengapa tubuh kita senang saat sedang berpuasa? Karena puasa menyehatkan tubuh.

Ya, karena organ-organ di badan kita untuk sementara tidak capek bekerja keras menggiling makanan dari pagi hingga malam.

Ngomongin soal puasa , sejak kapan ya, manusia mengenal puasa?

Menurut catatan sejarah, manusia mengenal puasa sejak zaman manusia pertama, Nabi Adam. Puasa telah lama berkembang dalam kehidupan manusia.

Puasa dalam Bahasa Arab disebut shaum  atau al-shaum , artinya menahan.

Kalau menurut Kamus Bahasa Indonesia, puasa berarti ibadah menahan diri atau berpantang makan, minum, dan segala yang membatalkannya mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.

Mengapa Tubuh Senang?
Dengan berpuasa, perut kita kosong dalam rentang waktu paling tidak 14 jam.

Tetapi, meski kita merasa berat di hari-hari pertama puasa dan perut terasa keroncongan di jam-jam tertentu, justru sebenarnya organ tubuh kita senang, lho!

Kenapa senang? Sebab kalau kita berpuasa, organ-organ di badan kita istirahat dari kerja keras menggiling makanan. Akibatnya, badan kita lebih sehat.

Kesempatan Membuang Racun dalam tubuh
Sudah banyak penelitian yang membuktikan, kalau puasa itu membuat badan kita tambah sehat, bukan bikin sakit. Sama seperti mesin, tubuh kita juga perlu istirahat.

Saat berpuasa, alat pencernaan kita beristirahat. Kalau menggiling makanan terus menerus, akan kelelahan.

Alat pencernaan makan di tubuh kita bukan istirahat seharian penuh, lho! Tetapi menjalankan fungsi lain, yaitu bersih-bersih.

Mereka membuang racun-racun dari makanan yang kita makan, yang mengendap sekian lama di tubuh kita.

Secara tidak sadar, setiap hari makanan yang masuk ke tubuh kita boleh jadi mengandung racun dan enggan keluar dari tubuh.
Nah, saat kita berpuasa, sistem pencernaan mengusir semua racun. Hebat, ya? Nah, itulah sebabnya kenapa puasa menyehatkan tubuh.

Ingin tahu, organ tubuh apa saja yang merasa senang saat kita berpuasa??

Hati Juga Berkesempatan Istirahat
Hati yang merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh berfungsi untuk membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi. Dengan berpuasa, di mana makanan tidak ada makanan yang masuk selama 12 jam akan memberi kesempatan pada hati dan organ pencernaan lain untuk lebih bisa beristirahat.

Usus Besar Lebih Santai
Usus besar pada tubuh memiliki banyak peran, di antaranya adalah menyerap air selama proses pencernaan, menghasilkan vitamin K dan vitamin H (Biotin), membentuk massa feses, dan mendorong sisa makanan hasil pencernaan keluar dari tubuh. Dengan tidak makan selama beberapa jam, sudah pasti usus besar menjadi lebih santai sehingga bisa beristirahat sejenak.

Bisa Lebih Panjang Umur
Joel Fuhrman MD, pengarang Eat to Live: The Revolutionary Plan for Fast and Sustained Weight Loss dan Fasting and Eating for Health mengatakan ada ratusan penelitian yang menunjukkan bahwa ketika hewan diberi makan lebih sedikit kalori, mereka memiliki kecenderungan hidup lebih lama.

Studi pada hewan mulai dari cacing tanah hingga monyet telah menunjukkan bahwa puasa dan diet dengan kalori terbatas merupakan cara yang dapat diandalkan untuk memperpanjang umur. "Jika ingin hidup lebih lama maka makanlah yang sehat dan puasalah secara berkala," saran Fuhrman.

Stres dan Depresi Berkurang
Bagi tubuh, puasa bisa memberikan dampak mengurangi stres dan depresi. Hal ini antara lain dibuktikan oleh Agnese Barolo, seorang life coach, di New Rochelle, New York.

Beberapa kali saat pasien stres dan depresi datang, Agnese akan menganjurkan puasa guna mengatasi stres dan depresinya. Menurutnya, dengan tidak makan beberapa jam dalam sehari, seseorang akan belajar untuk mengendalikan hidup mereka. Jika bisa mengendalikan hidupnya, maka mereka akan bisa mengatasi masalah yan membelit sehingga akan terbebas dari stres dan depresi.

Bisa Meredakan Nyeri
Puasa bukan sekadar kegiatan keagaamaan yang wajib dilakukan umat Muslim, karena kenyataannya puasa memberi efek luar biasa bagi peningkatan kesehatan tubuh. Puasa bisa membantu meredakan nyeri pada persendian, bagi orang yang menderita arthritis atau radang sendi.

Sebuah penelitian menunjukkan, adanya hubungan antara membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel netrofil dalam membasmi bakteri. Netrofil inilah yang berperan dalam menetralkan racun maupun bakteri selama tubuh berpuasa.

Manfaat Misterius untuk Otak
Perubahan pola makan saat berpuasa memicu banyak perubahan pada tubuh, salah satunya organ otak. Sebuah studi yang dilakukan National Institute on Aging menunjukkan bahwa pengurangan selang waktu makan dapat melindungi otak dari penyakit seperti alzheimer dan parkinson.

Pembatasan makan ini merangsang produksi neuron baru dari sel induk dan dapat meningkatkan plastisitas sinaptik. Sehingga hal itu dapat meningkatkan kemampuan otak untuk melawan penuaan dan memulihkan cedera fungsi lanjutan.

Usus Mengecil
Biasanya, asupan makan seseorang terjadi sebanyak 3 kali sehari. Namun, puasa mengubah jadwal serta pola makan yang berdampak pada sistem pencernaan seseorang. Saat puasa, usus akan mengecil karena tak ada makanan yang masuk selama belasan jam. Sehingga saat berbuka, ada baiknya mengonsumsi makanan yang sehat dan menyegarkan agar usus mampu mencerna dengan baik.

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Saat berpuasa adalah saatnya mengistirahatkan tubuh dari berbagai jenis makanan yang tidak sehat. Puasa pun dapat memicu proses penyembuhan bagi tubuh seseorang. Ketika seseorag makan, maka tubuhnya bekerja keras mengeluarkan enzim pencernaan untuk mencerna dan menyalurkannya ke seluruh tubuh.

Sedangkan selama berpuasa, energi dialihkan dari sistem pencernaan lantaran tidak ada makanan yang diproses. Energi yang tidak terlalu besar dialihkan untuk hal lain, sehingga mampu memicu sistem kekebalan pada tubuh.

Melindungi Otot
Siapa bilang puasa membuat otot lemah? Dr Benjamin D Horne, PhD, MPH, Direktur Kardiovaskular dan Epidemiologi Genetik menemukan bahwa saat berpuasa, tubuh akan menghasilkan hormon pertumbuhan atau yang dikenal dengan Human Growth Hormone (HGH). Hormon inilah yang bekerja melindungi otot dan menjaga keseimbangan metabolik.

Baik untuk Kesehatan Jantung
Peneliti jantung dari Intermountain Medical Center Heart Institute melaporkan bahwa puasa tidak hanya menurunkan risiko seseorang dari penyakit arteri koroner dan diabetes, tapi juga menghasilkan perubahan yang signifikan pada kadar kolesterol. Ditemukan bahwa puasa membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), sehingga kondisi ini akan mengurangi faktor risiko dari penyakit jantung koroner.

Mengistirahatkan Saluran Pencernaan
Membiarkan saluran pencernaan agar beristirahat sejenak merupakan kunci utama mengapa puasa bisa menyehatkan. Saat berpuasa, organ-organ yang biasanya bekerja keras untuk mencerna makanan dapat beristirahat sejenak dengan memperlambat sekresi cairan pemecahan zat makanan.

Bisa Menurunkan Tekanan Darah Tinggi
Jika Anda memiliki masalah dengan tekanan darah tinggi, cobalah berpuasa untuk mengontrol hal tersebut. Salah satu manfaat yang didapat dengan berpuasa adalah membuat tubuh mengurangi produksi hormon tertentu, seperti adrenalin, yang dapat meningkatkan naiknya tekanan darah.

Meningkatkan Sistem Imun
Puasa telah lama dilakukan manusia karena memiliki banyak manfaat. Salah satu manfaatnya adalah meningkatkan sistem imun tubuh dengan rutin berpuasa dan menjaga pola makan tetap sehat selama puasa. Berbuka dengan asupan yang kaya dengan mineral dan vitamin membuat pertahanan tubuh semakin kuat. Puasa juga meminimalkan ngemil makanan yang tidak sehat.

Glukosa Bisa Turun Akibat Minum Berlebihan
Minum air sebanyak 8 gelas, memang disarankan agar energi yang dibutuhkan tubuh bisa tercukupi. Meski begitu, jangan pula berlebihan saat mengonsumsi air karena lambung hanya mampu menampung air sebanyak 1 liter, sehingga jika dalam sekali kesempatan minum lebih dari 1 liter tentu tidak dianjurkan.

Dipaparkan ahli gizi, dr Saptawati Bardosono, MS bahwa jika lambung kepenuhan air maka kadar glukosa akan turun. "Makin banyak air yang masuk, kandungan natrium di tubuh bisa turun. Itu bahaya, bisa sebabkan pingsan," ujarnya.

Bisa Turunkan Kadar Lemak dan Massa Otot
Secara metabolik yang sehat, selama empat pekan berpuasa maka berat badan bisa turun sebanyak 2 kg. Saat bobot tubuh turun, maka lemak dan massa otot juga berkurang.

Ketika berpuasa, tubuh membakar glukosa yang tersisa untuk menghasilkan energi.Saat glukosa telah habis, tubuh akan membakar lemak yang tersimpan di otot untuk menghasilkan energi. Karenanya tubuh akan mengurai lemak di dalam tubuh agar tetap menghasilkan energi.

Tubuh Lebih Bugar
Pada dasarnya, puasa di bulan Ramadan bisa menjadi detoksifikasi tubuh.  Dengan berpuasa, organ-organ di tubuh dapat diistirahatkan selama beberapa jam.Organ tidak bekerja terlalu keras selama beberapa jam karena waktu makan dibatasi, sehingga setelah berpuasa selama sebulan tubuh akan terasa lebih bugar.

Bobot Bisa Turun 2-4 Kg
Beberapa orang menggunakan puasa sebagai salah satu program diet penurunan berat badannya. Namun para ahli merekomendasikan bahwa puasa selama sebulan jangan sampai menurunkan bobot lebih dari 4 kg. Jika bobot tubuh turun lebih dari itu akan mengganggu sistem metabolisme tubuh. Risikonya adalah akan terbentuk lebih banyak lemak sehingga membuat bobot tubuh kembali naik. Karena itu sebaiknya makanlah dengan porsi yang wajar pada saat berbuka dan sahur.
  

  
Agar Tetap Bugar Selama Berpuasa…
Untuk memastikan kita kuat dan tetap bugar selama berpuasa, pastikan kita melakukan pola hidup AB2C :

Be (A)ctive. Berbagai penelitian telah membuktikan aktifitas fisik yang cukup akan meningkatkan kebugaran tubuh. Isi waktu dengan kegiatan positif daripada sekedar tidur seharian di rumah. Hati-hati dalam memilih olahraga selama puasa. Olahraga yang terlalu berat dapat menyebabkan pengeluaran keringat terlalu banyak yang menyebabkan tubuh kekurangan cairan saat puasa (dehidrasi). Pastikan menu sahur dan berbuka adalah menu 

(B)ergizi seimbang. Ini adalah kunci utama tetap sehat dan bugar selama menjalankan ibadah puasa. Pertama, konsumsi sumber karbohidrat saat sahur dan berbuka karena karbohidrat adalah sumber energi utama tubuh selama puasa. Utamakan konsumsi karbohidrat kompleks saat makan besar seperti roti gandum utuh atau nasi beras merah karena dicerna lebih perlahan sehingga memberi energi lebih lama saat puasa. Makanan/minuman manis dalam jumlah secukupnya seperti 2-3 butir kurma dapat dilakukan pada  awal berbuka puasa. Tujuannya, untuk mengembalikan cadangan karbohidrat dengan cepat. Jika kehabisan cadangan karbohidrat, tubuh akan mulai menggunakan protein sebagai sumber energi.  Cadangan protein diambil dari otot sehingga kita lebih berisiko kehilangan massa otot. Oleh karena itu, pastikan kebutuhan protein dalam tubuh juga tercukupi. Salah satu sumber kaya protein adalah susu. Susu merupakan salah satu minuman favorit Nabi Muhammad SAW. Susu boleh dikonsumsi saat sahur, berbuka, ataupun keduanya.Jangan lupa untuk memasukkan sayur dan buah dalam daftar menu makanan sahur dan berbuka agar tubuh tidak kekurangan vitamin dan mineral selama puasa.Tapi ingat, buka puasa bukan berarti makan jadi menggila kan? Hati-hati dengan lonjakan berat badanmu secara mendadak karena pola makan yang berlebihan.


(C)ukup istirahat, dan(C)ukup minum air putih